Berbagi informasi untuk kecerdasan bersama

Kaledioskopku : Januari 2009 Minggu 3

18 Januari 2009 : Belajar memahami keadaan orang lain.
Sudah sejak akhir tahun kemarin emang hujan terus saja turun dimana2. dari berita di TV, radio maupun surat kabar sudah banyak daerah yang di landa banjir.
Papa hari ngajakku ke daerah yang sedang dilanda banjir yaitu ke daerah Batu Jaya, Karawang buat liat langsung kondisi banjir yang melanda daerah tersebut, akibat tanggul dari sungai Citarum jebol diterjang air yang terus meluap disungai itu. Mama sama Dek Gilang nggak ikut, soalnya ntar malah bisa bikin repot, khan bukan buat jalan2 wisata.

Begitu persiapan perjalanan beres ; box belakang motor dipasang, bawa jas ujan, bekal makan siang, air putih 2 botol, teh manis bikinan mama 1 botol, kopi panas dimasukin ditermos kecil, nggak lupa pake helm, jaket, kaca mata.


Jam 09:30 WIB Go ……..

Berita banjir di Batu Jaya ini memang sudah masuk ke TV sejak 2 hari sebelumnya.

Perjalanan ke sana menempuh jarak lebih kurang 60 kilometer, jadi PP ya …. 120 kiloan lebih. Sempet isi bensin 3 liter, untung juga sejak tgl 15 kemaren harganya udah turun lagi jadi 4500 perak perliternya dari sebelumnya 5000 perak. Lumayan …


Kondisi warga disana memang sangat memprihatikan, sepanjang jalan dipenuhi tenda2 darurat dari plastik, terpal juga kardus2 untuk tempat tinggal. Banyak terlihat bayi2 juga orang2 tua yang terlihat didalamnya.

Jalan utama yang ada, banyak longsor disisi2nya. Juga pecah dan turun dibeberapa lokasi dibagian tengah jalan. Sehingga menyulitkan dan membahayakan bagi pengguna jalan yang melintasinya.


Rumah warga masih terendam banjir cukup tinggi dan masih terus menunggu airnya surut, sambil berharap hujan tidak turun lagi.

Jam 13:30 mulai bergerak pulang. Dikarenakan jalur pulangnya kebetulan melalui Rengas Dengklok, kepikiran juga sekalian sempetin ngeliat lokasi rumah yang pernah ditempati Sang Proklamator Soekarno-Hatta yang ada di disana.

Setelah tanya sana-sini akhirnya ketemu juga, berada di Jl. Sejarah dekat tugu proklamasi Rengas Dengklok.

Kami diterima langsung keluarga pemilik rumah, seorang ibu yang sangat ramah.
Banyak penjelasan yang diberikan terkait rumah ini, tidak hanya cuma boleh masuk, tetapi juga boleh berfoto didalamnya.

Sempat foto2 di bekas kamarnya Bung Karno serta Bung Hatta saat mereka menginap di rumah ini, juga di kursi yang digunakan duduk2 oleh kedua sang proklamator.

Nggak lupa juga ngisi buku tamu : Pelangi Berliania az-Zahra Nusantara – MI Al Imaroh Cikarang Barat – Mari kita lestarikan peninggalan bersejarah ini.


Ya …. nggak boleh disia2kan. Ini rumah yang sangat bersejarah untuk Indonesia.

Sayang kondisi rumah saat ini terkesan kurang terawat dan terpelihara. Sehingga tidak mencerminkan sebuah rumah yang pernah terkait langsung dengan rentetan peristiwa pelaksanaan proklamasi negara ini, yang juga pernah ditinggali oleh sang dwitunggal RI, Soekarno-Hatta.

Selayaknya pemerintah lebih memperhatikan peninggalan bersejarah ini, juga tempat2 bersejarah yang ada di daerah2 lainnya.

Nah ini juga terkait Rengas Dengklok, yang satu ini ya itu kue sorabi hijau …, makanya nggak lupa mampir ke tempat pembuatan dan penjualan sorabi hijau yang sudah sangat terkenal kemana2 yang juga berdekatan dengan rumah bersejarah ini. Pas sampai disana, pengunjung yang lagi nyantap sorabi hijaunya rame banget sampe pada duduk dibagian luar samping warungnya, antrian pesanan juga nggak sedikit. Ada juga beberapa orang yang ngambil pesanan sorabi, yang dipesan tadi pagi katanya.

Sayangnya karena musti nunggu sampe terlalu lama maka nggak jadi beli sorabinya. Tapi kapan2 kalau ada waktu boleh juga tuh dicoba lagi.

Hari ini ku mencoba belajar untuk juga “merasakan dan melihat langsung” bagaimana dan apa yang dirasakan oleh orang2 yang tertimpa musibah banjir. Serta belajar untuk “menghargai” nilai2 perjuangan para pahlawan pendiri negeri Nusantara ini.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai jasa-jasa para pahlawannya”

Semoga kedua hal ini akan bermanfat buatku di hari2 kedepan.

19 Januari 2009 : Rambutan 3 ikat 10000 perak.
Hari ini papa pas pulang kerja bawa rambutan. Begitu sampe langsung aja diserbu dek Gilang, soalnya dia doyan banget sama buah ini. Kata papa harganya masih mahal sih, ntar kalau udah murahan dapet 6 iket dengan harga 10000 ceban.

20 Januari 2009 : Gilang pengen jadi Valentino Rossi.
Sore ini pas pulang dari sekolah langsung ngeliat dek Gilang lagi bergaya di atas si Kaniara, ternyata abis liat acara motoGP di TV sama papa.
Makanya langsung pengen kayak Valentino “The Doctor” Rossi, trus maksa papa buat naikkin ke Ninja RR kesayangannya.
Dasar dek Gilang kalu udah ada maunya, harus dijadiin ………

Bersambung ……………

Siapa pun yang pernah terlibat serius dalam karya ilmiah apa pun, pasti tahu bahwa dibagian gerbang kuil ilmu pengetahuan tertulis kata-kata: “Engkau Harus Punya Keyakinan”. – Max Planck, pemenang hadiah Nobel 1918

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s